Thursday, December 1, 2016

NKRI SUDAH PECAH, MALAH BARU BILANG NKRI JANGAN TERPECAH


NKRI Jangan terpecah .
Judul tema ini sangat lucu ya, enak aja bilang Jangan terpecah, hehehehe
Padahal masyarakat kita sudah terpecah, sudah di kotak-kotakkan, sperti tali yang sudah di iris iris.  baik rakyat, pejabat pemerintah, maupun masyarakat sudah lama terpecah belah menjadi bangsa budak dan jongos. Rakyat tidak di beri kesempatan untuk berkreasi, atau mandiri, semua latih seperti di kembalikan sperti anak kecil. Ada yang ajari menjadi pengemis, bahkan di ajari menjadi penjilat, dan pemuja pada suatu tokoh. Kalau takohnya seorang ulama' itu malah bagus, tapi yang terjadi tokoh pembual dan sang pengumbar janji.

Klo gak percaya, coba saja buktikan sendiri. Saya sih gak mau ngomong blak-blakan soal urusan pemerintahan. Akan tetapi ini sudah menjadi hal yang wajar bila keserakahan manusia telah masuk dalam jiwa manusia. Siapapun orangnya klo sudah deket deket dengan pejabat pemerintah, biasanya cenderung untuk curang, berbohong , mengkhiyanati sesama manusia.

Ada lagi yang kita jaga "Kebangsaan Indonesia" dan kita jaga sifat "Nasionalisme"kita.
Kalimat di atas aku sering dengar dari tokoh politik, akademisi dan anak muda yang lulusan sarjana. Itu beneran atau basa-basi, saya sendiri kurang tahu, yang jelas semua itu ada pembuktian.
Bagaimana kita menyebut kita rakyat  yang menjaga NKRI, sementara kita diam saja membiarkan semua itu. Kalau masih jadi mahasiswa, ormas, atau ketua LSM,  gembor-gembor lewat media "Hukum pejabat korupsi", tetapi sesekali di kasih jabatan, ya korupsi sendiri. Hehehhe. Sama aja maling teriak maling.

Bisa jadi yang gembor-gembor  bilang jaga kebinekaan itu orang yang merusak kebangsaan. Kadang malah menikam dari belakang,  rakyat kecil selalu di jadikan umpan sasaran empuk, pajak yang kita keluarkan tiap bulan di makan manusia serakah yang ambisi kekuasaan. LSM, partai maupun Ormas-ormas, tidak bisa di jadikan rujukan, figur pemimpin sudah gak jelas aklaqnya. Tokoh masyarakat, ustad, dan kaum ilmuan menutup diri dan  berjalan sendiri sendiri. Yang menjadi PNS sibuk dengan urusan nafkah tidak memikirkan nasib yang akan datang. Yang menjadi guru juga sudah hilang sifat kerisauan terhadap anak didiknya.  Generasi mudanya hobi selpa-selpi di dunia Maya. Lantas bagaimana sikap kita?......

Kita semua ini adalah cucu yang di warisi kemerdekaan. Orang tua, mbah mbah kita dulu berjuang melawan penjajah. Setelah di Warisi kemerdekaan malah menjual kemerdekaan. Menjual tanah ke negara asing, pulau pulau kita banyak, tp sebagian sudah bukan milik pribumi.

Emang cengkraman kuku naga sangat kuat di negri kita ini, dan cengkraman itu sasaran Utamanya adalah pejabat perintah yang bisa untuk di rayu mau tanda tangan menjual tanah kita, sehingga kukunya ini membekas di berbagai wilayah kabupaten.   Hampir tiap kota kota propinsi sebagian tanah sudah di jual warga asing, ini sudah terbukti dengan berdirinya mall dan hotel sudah di kuasai orang cina.

Kita semua sebagai rakyat Indonesia tidak membenci mereka, tapi terkadang mereka menikam dari belakang, dengan membeli para hukum, jaksa dan kepolisian yang bisa di suap untuk menutupi kecurangan mereka. Ini belum lagi Monster yang selalu bikin ulah mengadu domba antar tokoh satu dengan tokoh yang lain, sehingga melahirkan suasana tidak nyaman, seperti berita berita tentang teroris yang menimbulkan tanda tanya , apakah ini bener ada atau sengaja di adakan, atau bahkan mungkin rekayasa aja untuk mengalihkan perhatian ketika jenuh dengan berita korupsi.

Ada yang lucu dari itu, gak merasa berjuang melawan penjajah, malah ingin mendirikan negara khilafah. Saya gak gak melarang mendirikan mendirikan negri kholifah, itu juga bagus di anjurkan agama, akan tetapi di lihat dulu kesiapan masyarakat, klau nanti belum siap, bisa menjadi fitnah dan perang komitmen antar sesama manusia.

Ini baru urusan satu masalah, belum lagi masalah lain yang begitu banyaknya problem kemasyarakatan. Kalau kita ingin mendambakan pemimpin yang jujur dan adil, ya kita mulai diri sendiri harus jujur dan adil.

Wassalam!
_______
Jogjakarta. Senin / 28 / November / 2016.
Lek son

Tuesday, November 15, 2016

LUAPAN SUARA ANAK PINGGIRAN DESA


Terkadang saya sendiri berfikir dan merasa aneh dengan sistem pemerintahan Indonesia. dan saya melihat juga banyak tokoh Ulama' di permainkan perannya. Misalnya bila pas terjadi pemilihan presiden dan pemilihan pemimpin daerah, selalu yang menjadi sasaran kampanye adalah pondok pesantren. Menurut sebagian  tokoh politik, Ulama' ini mempunyai peran yang luar biasa di mata masyarakat, sehingga ketika ngomong langsung di ikuti oleh jamaahnya. Maka satu satu nya jalan untuk memenangkan atau mendulang suara terbanyak adalah dengan merayu Ulama' dan kyai pesantren. Di situlah keberhasilan kebiadaban calon pemimpin daerah maupun presiden.

Malah yang lebih ngeri lagi, calon presiden dan calon gubernur, paska pilpres dan pilgub, pada blusukan di desa dan daerah terpencil,
Tujuannya adalah :
1)- Untuk bertemu dengan rakyat, sok dewa penolong.
2)- Untuk mengayomi rakyat, sok malaikat,
3)- Untuk memahami keadaan warga miskin, sok baiklah.

Macem macem jurus strategi nya.Padahal semua itu adalah untuk memanipulasi rakyat, untuk menutupi cacatnya supaya di pilih jadi pemimpin. Mereka tak segan-segan untuk mengeluarkan uang untuk warga demi memenangkan suara terbanyak.

Kalau kita menengok kembali ke belakang tidak ada sejarahnya pemimpin jaman dahulu menawarkan diri menjadi pemimpin, mengemis gemis supaya di pilihnya. Bila ada orang yang rakus jabatan, ngebet, apa lagi memakai Tim sukses, atau jubir untuk di puji puji di depan rakyat, ini sebenernya gak punya sopan santun. Apa lagi pinjam orang yang mau di bayar untuk memuji dirinya sendiri. Ini kan lucu. Bahasa jawanya "Banjeti Omong". Dan biasanya orang yang ambisi menjadi pemimpin itu ada sesuatu yang tersembunyi, entah ingin manipulasi atau ada proyek yang menjanjikan. Belum lagi cara memilih nya dengan cara di coblos gambarnya. Emang ada aturan pemilihan pemimpin dengan di coblos wajahnya. Ini juga suatu pemilihan yang sangat merendahkan martabat cara mengatur pemerintahan suatu negara.

Kalau belum menjadi pemimpin, suaranya lembut seperti orang alim, jujur, bijaksana, seribu janji muluk muluk di depan rakyat, seakan-akan tidak ada yang jujur kecuali dia. Itu mah dulu sebelum jadi PRESIDEN dan sebelum jadi GUBERNUR bro!. Lantas bagaimana nanti stelah jadi presiden dan gubernur, pasti juga lupa dengan rakyatnya. Hehhehe

Rakyat blusukan ke istana untuk menyampaikan anspirasi, malah pergi.
Rakyat selalu di bohongi, di iming imingi permen supaya gak nangis.
Rakyat selalu di rampok dengan alasan membayar pajak.
Kekayaan rakyat di boyong ke negara asing, dengan embel perkembangan ekonomi.
________________
Pyaaaarrrrrrr .   Piringku di pancal kucing!

Sunday, October 16, 2016

LIKA LIKU ASMARA


Bodohnya diriku mencintaimu dengan setulus hati, yang tak pernah mencintaiku.
Aku berjanji untuk tidak menyakitimu, aku tetap menjaga komitmen untuk bertahan diri ketika orang yang aku cintai menyakiti perasaanku.
Engkau datang dengan seribu harapan, dan engkau meninggalkan dengan seribu alasan.
Terkadang dalam hati berkata, "Aku lebih baik tidak pernah mengenalmu, dari pada sekarang aku harus melupakanmu.
Ternyata belajar melupakanmu , jauh lebih sakit ketika  pertama aku belajar untuk mencintaimu.
Mencoba melupakan seseorang pada orang yang aku cintai seperti mencoba mengingat seseorang yang belum pernah aku kenal sama sekali.

Putus cinta itu tidak sakit dan tak seberapa sakitnya, akan tetapi yang lebih sakit dari semua itu adalah sudah putus tapi masih cinta, dan mengharapkan kehadirannya.
Aku belajar diam dari banyaknya bicara.
Aku belajar sabar dari sebuah kebohongan
Aku belajar merendah ketika orang yang aku cintai menyalahkan aku.
Jika kamu sibuk dengan urusanmu aku memahami,
Jika kamu tidak punya waktu untuk aku, tetep saja aku mengerti.
Jika kamu masih banyak alasan untuk tidak bisa ketemu, aku akan tetap menyadari

Akan tetapi suatu hari nanti aku berhenti mencintaimu, itu lah giliran mu untuk mengerti .
Jika suatu hari aku pergi  jauh darimu, itulah pelajaran baru buat mengerti tentang sesuatu.
Aku ini bukan dokter yang bisa menyembuhkan sakit ke galauanmu.
Aku ini bukan tempat hiburan yang bisa kau ajak bercanda setelah jenuh dengan urasanmu.
Aku ini bukan tempat permainan yang bisa kau gombalin satiap waktu .
Aku ini bukan konseling yang bisa engkau ajak curhat menyelesaikan masalahmu.

Aku hanya laki laki petualang yang gak jelas hidupnya yang bisa di ejek kapan saja
Aku membiarkan kamu pergi meninggalkanku, bukan karena aku menyerah, dan bukan karana aku tak cinta,
Tetapi aku menyadari semua itu adalah retorika hidup dalam kamus cinta, ada yang datang dan ada yang pergi.
Ada pertemuan dan ada perpisahan, ada kemesraan dan ada kesL

Jangan membiarkan pohon yang masih kecil hingga tumbuh besar, jika engkau membiarkan suatu saat kena terjangan angin besar bisa tumbang dan bisa ngebruki orang yang membiarkan.

Jika engkau membiarkan masalah kecil sehingga meninggalkan masalah, suatu saat masalah itu akan berkembang dan merembet lebih besar. Karena setiap masalah kecil ibarat percikan api kecil yang bisa membakar rumah.

Jangan menyakiti dengan perasaan cinta, bila kamu tak ingin disakiti, karena suatu saat akan datang orang yang memperlakukan seperti kamu memperlakukan lain.

Aku bersabar atas semua yang terjadi,
Memutar waktu itu emang tidak mungkin, akan tetapi memperbaiki perjalanan hidup yang lebih baik dari sekarang, itu tidak ada kata yang tidak mungkin.
Tulus dan Jujur adalah milik mereka yang bangga mempunyai jiwa rendah hati dan menjadikan dirinya sendiri, tanpa mencemaskan apa yang di pikirkan orang lain tentang nya.

Ketika engkau melakukan kebaikan pada orang lain haqiqatnya engkau melakukan kebaikan untuk dirimu sendiri,
Sebaliknya jika engkau melakukan kesalahan itu akan kembali pada diri kita sendiri.

Orang kaya akan selalu memamerkan kekayaannya dengan menyebut  nilai berapa?
Orang miskin akan biasanya hanya diam merenungi nasibnya.

Masalahnya bukan uji nyali kedewasaan, tidak pas dan kurang dewasa, kalau selalu menyalahkan orang lain.
Dan juga kurang ajar jika selalu membenarkan diri sendiri.

Alangkah indahnya selalu membenahi apa yang kita permasalahkan.
Dan berubahlah atas diri masing masing mangaca yang menjadikan masalah. Jadikan ini suatu pelajaran hidup agar hidup kita selalu ter-asah matang. Dan jadikanlah hidup yang lebih mapan dan lebih dewasa.

Waduh!
____________
Senin / 7/ November / 2016.
Lek s

Monday, May 23, 2016

SYA'IR TENTANG MENCARI ILMU


Kitab “Alaa laa”, ini adalah syair dari Imam Ali rodhiyallahu’anhu. Berikut beberapa bait dari syair tersebut, semoga mampu menggugah dan selalu memunculkan semangat mencari ilmu pada diri kita, khususnya ilmu agama.

اَلاَ لاَتَنَالُ الْعِلْمَ اِلاَّ بِسِتَّة # سَأُنْبِيْك عَنْ مَجْمُوْعِهَا بِبَيَانٍ
ذُكَاءٍ وَحِرْصٍ وَاصْطِبَارٍوَبُلْغَةٍ# وَاِرْشَادُ اُسْتَاذٍ وَطُوْلِ زَمَانٍ
Ingatlah, tidak akan kalian mendapatkan ilmu kecuali dengan 6 syarat, yaitu cerdas (berakal sehat), semangat, sabar, ada biaya, petunjuk ustadz dan waktu yang lama.
 عَنِ الْـمَرْءِ لاَ تَسْأَلْ وَسَلْ عَنْ قَرِيْنِهِ# فَكُلُّ قَرِيْنٍ بِالْـمُقَارَنِ يَقْتَدِي
فَاِنْ كَانَ ذَا شَرٍّ فَجَنِّبْهُ سُرْعَةً# فَاِنْ كَانَ ذَا خَيْرٍ فَقَارِنْهُ تَهْتَدِيْ
Tidak perlu engkau bertanya tentang kepribadian seseorang,  lihat saja temannya, karena seseorang akan mengikuti apa yang dilakukan teman-temannya, bila temannya tidak baik maka jauhilah dia secepatnya, dan bila temannya baik maka temanilah dia kamu akan mendapatkan petunjuk.
وَكُنْ مُسْتَفِيْدًا كُلَّ يَوْمٍ زِيَادَةً # مِنَ الْعِلْمِ وَاسْبحْ فِىْ بُحُوْرِ الْفَوَائِدِ
تَعَلَّمْ فَاِنَّ اْلعِلْمَ زَيْنٌ لأَهْلِهِ # وَفَضْلٌ وَعِنْوَانٌ لِكُلِّ الْمَحَامِِدِ
Belajarlah, ilmu adalah perhisan indah bagi pemiliknya, dan keutamaan baginya serta tanda setiap hal yang terpuji.
Belajarlah setiap hari untuk menambah ilmu yang telah kau miliki, lalu berenanglah dilauatan manfat-manfaatnya.
تَفَقَّهْ فَاِنَّ اْلفِقْهَ اَفْضَلٌ قَائِدِ  #  اِلَى الْبِّرِوَالتَّقْوَى وَاَعْدَلُ قَاصِدِ
هُوَاْلعِلْمُ اْلهَادِىْ اِلَى سُنَنِ الْهُدَى #  هُوَالْحِصْنُ يُنْجِىْ مِنَ جَمِيْعِ الشَّدَائِدِ
Pelajarilah ilmu fiqih karena ilmu fiqih adalah sebaik-baik penuntun menuju kebaikan dan ketakwaan, dan paling lurus dari sesuatu yang lurus. Ilmu fiqih adalah lambang yang menunjukkan jalan hidayah, dan benteng yang menjaga dari setiap sesuatu yang memberatkan.
فَاِنَّ فَقِيْهًا وَاحِدًامُتَوَرِّعًا  # اَشَدُّعَلَى الشَّيْطَانِ مِنْ اَلْفِ عَابِدِ
فَسَادٌ كَبِيْرٌ عَالِمٌ مُتَهَتِّكٌ  #  وَ اَكْبَرُ منْهُ جَاهِلٌ مُتَنَسِّكُ
هُمَا فِتْنَةٌ فِي الْعَالَمِيْنَ عَظِيْمَةٌ # لِمَنْ بِهِِمَا فِيْ دِيْنِهِ يَتَمَسَّكُ
Satu ahli fiqih yang wira’i (menjauhkan diri dari larangan Allah taala dan menjalankan perintahNya) lebih berat bagi syaitan daripada seribu ahli ibadah (yang tidak berilmu). Kerusakan yang besar  jika orang ‘alim (berilmu) melakukan kedurhakaan, tetapi lebih besar kerusakannya jika orang jahil (bodoh) melakukan ketaatan (Ibadah).  Keduanya adalah penyebab fitnah di kalangan umat, dan tidak layak dijadikan panutan.
يَمُوْتُ الفَتَى مِنْ عَثْرَةٍ مِن لِّسَانِهِ # وَلَيسَ يَمُوتُ الْمَرْءِ مِنْ عَثْرَةِ الرِّجْلِ
فَعَثْرَتُهُ مِنْ فَيْهِ تَرْمِىْ بِرَأْسِهِِ # وَعَثْرَتُهُ بِالرِّجْلِ تَبْرَى عَلَى الْمَهْلِِ
Pemuda bisa mati sebab tergelincir lisannya, tapi tidak akan mati karena tergelincir kakinya. tergelincirnya mulut bisa melenyapkan kepalanya, sementara tergelincirnya kaki akan sembuh kemudian.
أَخُو الْعِلْمِ حَيُّ خَالِدٌ بَعْدَ مَوْتِهِ * وَأَوْصَا�
أَخُو الْعِلْمِ حَيُّ خَالِدٌ بَعْدَ مَوْتِهِ * وَأَوْصَالُهُ تَحْتَ التُّرَابِ رَمِيْمُ
وَذُو الْجَهْلِ مَيْتٌ وَهُوَ يَمْشِى عَلَى الثَّرَى # يُظَنُّ مِنَ اْلاَحْيَاءِ وَهُوَ عَدِيْمُ
Orang yang berilmu akan tetap hidup setelah matinya walaupun tulang-tulangnya telah hancur di bawah bumi. sementara orang yang bodoh, sejatinya telah mati walaupun masih berjalan di atas bumi, banyak yang menyangka dia hidup, padahal dia telah tiada.
فَذَاكَ مُرَبِّ الرُّوْحِ وَالرُّوْحُ جَوْهَرُ # وَهَذَا مُرَبِّ الْجِسْمَ وَالْجِسْمُ كَالصَّدَفْ
Ustadzku adalah pembimbing jiwaku dan jiwa adalah bagaikan mutiara, sedangkan orang tuaku adalah pembimbing badanku dan badan bagaikan kerangnya.
رَأَيْت اَحَقَّ الْحَقِّ حَقَّ الْمُعَلِّمِ # وَأَوْجَبَهُ حِفْظًا عَلَى كُلِّ مُسْلِمِ
Saya melihat lebih haknya sesuatu yang hak adalah hak dari guru, dan bahwa hak seorang guru adalah wajib di laksanakan atas setiap orang islam.
فَمَا النَّاسُ اِلاَّ وَاحِدٌ مِنْ ثَلاَثَةٍ #  شَرِيْفٌ وَمَشْرُوْفٌ وَمِثْلٌ مُقَاوِمُ
فَاَمَّا الَّذِىْ فَوْقِىْ فَأَعْرِفُ قَدْرَهُ # وَاَتْبَعُ فِيْهِ الْحَقَّ وَالْحَقُّ لاَزِمُ
فَاَمَّا الَّذِىْ مِثْلِى فَاِنْ زَلَّ اَوْ هَفَا #  تَفَضَّلْتُ اِنَّ الْفَضْلَ بِالْفَخْرِ حَاكِمُ
فَاَمَّا الَّذِىْ دُوْنِىْ فَاَحْلَمُ دَائِبًا  # أَصُوْنُ بِهِ عِرْضِى وَاِنْ لاَمَ لاَئِمُ
Manusia yang berada disekitar kita digolongkan menjadi salah satu dari tiga macam, orang yang mulia, rendah dan sepadan dengan kita, orang yang mulia saya tahu derajatnya dan saya harus mengikuti sesutau yang haq darinya, dan orang yang sepadan dengan kita bila terpeleset atau jatuh maka saya lebih utama darinya, sedangkan orang yang rendah maka saya selalu memberikan kata maaf kepada mereka untuk menjaga kehormatanku walaupun banyak orang yang mencela.
تَغَرَّبْ عَنِ اْلاَوْطَانِ فِى طَلَبِ الْعُلىَ # وَسَافِرْ فَفِى اْلاَسْفَارِ خَمْسُ فَوَائِدِ
تَفَرُّجُ هَمٍّ وَاكْتِسَابِ مَعِيْشَةٍ # وَعِلْمٌ وَآدَابٌ وَ صُحْبَةُ مَاجِدِ
وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَسفَار ذُلٌّ وَغُرْبَهٌ # وَ قَطْعُ فَيَافٍ وَ ارْتِكَابُ شَدَائِدَ
Pergilah dari rumahmu untuk mencari keutamaan, dalam kepergianmu ada 5  faedah, yaitu menghilangkan kesusahan, mencari bekal hidup (ma’isyah), ilmu, tatakrama dan teman sejati, meskipun dalam bepergianpun terdapat hina dan terlunta-lunta, menembus belantara dan menerjang kelelahan.

Monday, May 2, 2016

ROJO BRONO, ROJO KOYO


Saudaraku! , kaya itu ujian. Kaya itu ujian berat, dan lebih berat dari pada ujian kemiskinan.

Kaya itu ujian berat, lebih berat dari pada ujian kemiskinan.
Banyak orang lulus, ketika diuji dengan kemiskinan.
Tapi jarang sekali orang bisa lulus, bila diuji dengan kekayaan.
Kalau ada orang kaya lulus ujian, dialah salah satu kekasih Alloh.

- Dengan kaya, serba ada, serba tersedia, dan mudah didapat.
Mereka merasa mampu, sehingga nyaris tidak butuh Alloh.
Iman mereka terkikis, makin kaya makin tipis imannya.
Untuk merasakan manisnya iman, berat sekali.
- Dengan kaya, banyak kerjaan, banyak kesibukan, selalu repot.
Mereka ibadah asal ibadah, cepat-cepat selesai, terasa hampa.
Nikmat ibadah berkurang, makin kaya ibadah makin hambar.
Untuk merasakan nikmatnya ibadah, sulit sekali.
- Dengan kaya, apa-apa ada, banyak sarana, dan banyak fasilitas.
Pintu-pintu maksiat terbuka lebar, gampang sekali berbuat dosa.
Terlena dunia, terlena kesenangan, dosa adalah hal yang biasa.
Untuk kembali ke jalan Alloh, sukar sekali.

Kaya itu melelahkan, banyak yang harus dikerjakan.
Kaya itu merepotkan, banyak yang harus diurus.
Kaya itu sakit-sakitan, banyak mikir, tubuh lemah, mudah sakit.
Kaya itu banyak musuh, banyak yang iri dengki, banyak saingan.
Kaya itu serba salah, harus begini, harus begitu.

Monday, April 4, 2016

PESANTREN HARI INI



Ada orang bilang pendidikan pesantren adalah pendidikan primitive dan ada juga mengatakan pendidikan yang ketinggalan jaman. Ya  begitulah orang di luar pesantren menilai demikian, tapi yang jelas pendidikan pesantren adalah lambang peradaban pendidikan yang pas, khususnya di Indonesia.

Setiap sesuatu yang bagus, murni  atau yang asli, maka banyak sesuatu di sekitarnya ada yang tidak murni atau asli, artinya banyak tiruan atau jiplakannya, dan ini sudah menjadi hal yang lumrah dan wajar bagi orang yang mencari keuntungan bisnis semata.

Contoh; 
Ketika ada emas yang murni yang harganya mahal, di situlah banyak emas palsu atau campuran, ketika orang meneliti emas yang kebetulan yang di teliti itu bukan asli, maka orang berpendapat emas itu palsu dan macem-macem pendapatnya.

Ketika ada orang meneliti tentang pendidikan pesantren, kebetulan yang di teliti itu bukan bukan pesantren yang salaf (tidak mengajarkan Kitab kuning) atau yang asli, artinya yang di teliti ini pesantren pesantren modern yang baerbasis asrama, maka orang akan memandang, menilai, menyimpulkan, terus berpendapat demikian, berarti pesantren itu identik ajaran modern barat, karena yang di teliti itu bukan pesantren yang asli.  jawab dewe.

Begitu juga dengan lembaga pendidikan pesantren, di mana pendidikan pesantren suatu pendidikan yang bagus dan murni, bahkan seluruh dunia mengakui keberadaan pesantrenlah yang menjaga persatuan ummat seluruh dunia. Mungkin saat ini tidak ada suatu Negara di dunia ini yang menyamai model peradaban pesantren sekarang ini, atau lebih gamblangnya dengan bahasa tidak ada sebanyak pendidikan pesantren di Negara lain kecuali Indonesia tercinta ini. Pada tahun 1990an jumlah pesantren di perkirakan mencapai 30ribu di seluruh pelosok Indonesia baik pesantren yang berdiri bertahun-tahun maupun pesantren yang baru berdiri.

Munculnya suatu pesantren di awali keprihatinan masyarakat setempat betapa pentingnya pendidikan akhlaq, sehingga banyak pesantren juga mendirikan madrasah-madrasah dari mulai madrasah diniyah ibtidaiyah, Tsanawiyah, aliyah dan madrasah ma’had Aly, semua itu di bawah naungan pondok pesantren dan pimpin oleh seorang tokoh kyai, karena pandangan masyarakat terhadap pesantren sangat kuat sekali dan banyak orang tua yang minat di pesantren, dari pada sekolah umum di luar pesantren.

Saat itulah pemerintah atau para pembisnis mulai cemburu dengan adanya pendidikan pesantren, maka mereka berusaha menglabuhi dan membuat rekayasa meskipun tidak kelihatan. Pertama kali pemerintah datang ke pesantren adalah berlagak seperti bapak, yang sok “Superhero” menjadi dewa penolong, seperti membantu keuangan dana atas bangunan madrasah, dengan hasil menggelontorkan uang guna pembuatan bangunan baru, pelan-pelan mereka merayu dengan bahasa manis, tapi di balik itu ingin merampas madrasah itu, sehingga MI, MTs dan MA menjadi Negri, yang pada awalnya di bawah kebijakan pesantren di alihkan, kini madrasah tersebut sekarang sudah menjadi milik Depag atau pemerintah. Sehingga banyak madrasah-madrasah sekarang di setir oleh pemerintah, dengan menyusupkan kurikulum baru di Madrasah tersebut, dan kebijakan pesantren sudah tak berlaku kembali.

Begitu juga dengan perguruan tinggi seperti Institut islam yang dulu di dirikan oleh seorang tokoh Ulama’ juga di rembut oleh pemerintah juga, seperti IAIN sekarang ini sudah beda dengan pendidikan pesantren. Malah di kampus islam banyak mengajarkan study yang tidak mengajarkan study pesantren, sehingga adab dan ma'dubnya sudah luntur. Karena kampus sekarang hanya sekedar mengajarkan teory-teori semata, dan bahkan sebagai ladang mencari title, gelar dan ladang untuk mendapatkan SK ijazah mencari uang. itupun agar mendapatkan ganti si suatu pekerjaan.

Maka jangan heran bila pesantren atau madrasah islam sekarang harus ada izin dari pemerintah depag, dan di tuntut akreditasi. Padahal pendidikan pesantren ada sebelum ada depag. Ada lagi yang mengatakan kalau tidak izin tidak dapat SK dari depag, ini kan lucu banget.  
--------------------------------------------------------------------
Jogjakarta / Ahad / 03 / April / 2016.
Lek son wong ndeso

Thursday, March 31, 2016

PRAHARA UMMAT DAN BENTENG UMMAT



Dalam surat al-Baqoroh ayat 120 yang terjemahannya; Bahwa "Orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka"
Ketidak-relaan kaum yahudi dan nasrani terhadap umat Islam bukanlah sabatas wacana. Akan tetapi langsung dari Allah swt. Dalam ayat di atas dengan kalimat "Lan Tardlo" bukan hanya sementara, tetapi salama-lamanya (sampai hari Qiyamat).

Berbagai rekayasa, teror, dan fitnah terhadap umat Islam, mereka tak ada kamus putus asa untuk memerangi umat Islam. Sejarahnya memang demikian. Sekarang berapa umat muslimin yang di bantai kaum yahudi di Afganistan, Irak, Lebanon, dan palestina. Termasuk di negri kita di ambon beberapa tahun lalu, dan dan tregedi di papua tentang pembakaran masjid. Kejadian itu merupakan bukti kebenaran dari ayat Allah di atas.

Lewat Nas Allah Swt melalui al-Quran, kita harus selalu hati-hati dan waspada terhadap maniver-manuver yahudi dan nasrani. Berbagai macam cara yang di tempuh untuk menjerat atau menghabisi kaum muslimin. Jadi jangan heran bila kita menemukan berbagai bentuk cata tipu daya yang di lakukan. Pasti ujung-ujungnya untuk merusak etika kehidupan umat Islam, bahkan sampai kepada pembantaian umat Islam. Kadang ada yang lebih halus dengan media elektronik, baik melalui film dan senetron, atau berlagak sok baik terhadap ummat islam dengan atas nama toleransi yang bungkus dengan “Demi persatuan bangsa dan Negara”, tapi di balik itu mereka menjerat dan main curang menghabisi, ada lagi yang menyamar menjadi gubernur kepala daerah, semua sudah termasuk agenda program yang sangat panjang.

Kalau kita membuka lembaran-lembaran sejarah, kita akan menjumpai keyataan bahwa tidak kurang dari 60 nabi di bunuh oleh yahudi dan nasrani. Kalau nabi saja berani di bunuh, apalagi yang bukan nabi seperti kita-kita ini.  Bisa jadi para Ulama’ atau kiyai bisa di bunuh dengan perlahan, di fitnah di jebak atau di kotori harga dirinya dan martabatnya.

Kalau kita amati upaya yahudi dan kristenisasi, bukanlah orang-orang yang belum beragama yang menjadi sasaran utamanya. Tetapi mereka itu justru mengincar lembaga-lembaga yang bersifat pengkaderan. Seperti Madrasah-madrasa dan Pesantren. Target inilah yang pertama kali di patahkan dan di obok-oboknya. Dengan cara mengatur atau merubah system stady kurikulum pesantren.

Pada masa penjajahan, pesantren mempunyai kebijakan sendiri, sekarang harus mengikuti aturan Depag atau mengikuti aturan di bawah pemerintah. Nanti bila ikut depag maka akan dapat banyak bantuan uang dari pemerintah, dengan menyumbang uang ini mulai hilang keberkahan pesantren, sehingga lunturlah peradaban pesantren. Mengapa demikian, karena mereka sadar kalau uang yang di keluarkann dari pemerintah itu uang syubhat di mana uang ABPN bercampu dengan pajak perjudian, diskotik, dan pajak minuman keras.

Kaum yahudi dan nasrani, mereka tidak akan pernah berhenti memusuhi kaum muslimin. Kalau mereka terbentur di jalan yang satu, maka mereka akan mencari jalan lain. Setelah gagal malakukan programnya, maka mereka mencari jalan strategi teror bom dan tindak kekerasan, mereka akan menempuh dengan jalan yang lebih praktis. Mereka memasang perangkap berhiaskan hal-hal yang menyenangkan, penuh daya tarik, dan mempesona. Ibarat ikan yang terus di beri umpan di giring agar berbondong-bondong masuk dalam perangkapnya, setelah itu tinggal membantainya.

Richard Milhous Nixon, mantan Presiden Amerika serikat yang kini menjadi otak di balik layar strategi yahudi mengatakan; "Kewajiban Amerika Serikat dan ideologinya dalam kehidupan ini adalah memimpin dunia untuk merdeka. Satu-satunya sarana untuk memimpin adalah kekuatan, dan musuh yang terbesar dari dunia ketiga adalah generasi muslim yang berjiwa pejuang Islam."

Kaum yahudi dan nasrani beranggapan, kalau umat Islam di biarkan berkembang, maka kedua agama itu akan kehilangan pengaruh. Sekalipun setiap saat mereka menghina dan melecehkan kondisi kaum muslimin, tetapi di balik itu ada kekaguman dan rasa takut yang selalu mengusik otak cerdas dan pikiran bulus mereka.

Kaum yahudi akan terus-menerus mencari cara untuk memporak-porandakan kaum muslimin seluruh dunia. Media massa telah mereka kuasai, mereka telah membeli media massa di seluruh dunia, dan perokonomian dunia sekarang berada di genggaman mereka, politik dunia telah berhasil mereka permainkan. Bayangkan "George Soros" saja bisa memutar jarum perkonomian Asia. Kini perekonomian Indonesia menjadi juara satu kebrutalan dan kebobrokan ekonomi. Terutama dalam masalah korupsi, manipulasi.

Cara mensikapi selanjutnya
Untuk mengatasi semua itu adalah dengan menyusun kembali barisan kaum muslimin yaitu;
1.      Dengan mendidik generasi yang berjiwa pejuang tanamkan kecintaan Rasulullah, menyatukan kembali persaudaran kaum muslimin. Kalau sudah terjadi hubungan jalinan cinta kasih antara kaum muslimin, maka hal semacam ini kaum muslimin pasti dan pasti tidak mudah di obok-obok oleh siapapun.
2. Bersikap lemah-lembut dan penuh kasih sayang terhadap sesama muslim. Ini adalah merupakan sumber kekuatan yang sangat dahsyat. Kalau barisan internal umat Islam rapat, kemudian terbentuklah jembatan kesatuan umat, maka tidak ada lagi masalah yang memberatkan. Jangankan yahudi zionis, jin dan gendruwo-pun tak akan berani masuk dalam lingkungan kaum muslimin, semuanya akan dapat di selesaikan dengan senyum. Nah umat-umat seperti inilah yang tak mau kompromi dengan orang-orang perusak atau orang yang anti Islam. Sebab, bila mereka mencoba mempermainkan kaum muslimin mereka akan terjebak dalam perangkapnya.
3. Bersungguh-sungguh dan mujahadah bin-nafsi di jalan Allah artinya dengan penuh kesungguhan memahami ajaran agamanya. Rela berkorban dengan harta, pikiran, perasaan, sampai jiwa dan raga. generasi muslim seperti inilah yang di takuti yahudi. Kalau saja kader muslim mempunyai pemahaman yang kuat, mantap terhadap aqidahnya siap mati dalam berjuang, maka orang yahudi akan gemetar dan khawatir keberadaan kaum muslimin, walaupun hanya beberapa gelintir. Akan tetapi sebaliknya, apa bila kaum muslimin tidak mempunyai sifat di atas, maka mereka akan berani mempermainkan, meneror, membantai, pada kaum muslimin, walaupun jaumlah kaum muslimin sangat banyak. Kenapa demikian? karena kaum muslimin tidak mempunyi jiwa ksatria alias kwalitasnya kaum muslimin sangat rendah. Ibarat; "Riak-riak gelombang yang sangat tinggi dan indah, sungguh elok di pandang, tapi mudah terhanyut oleh debutnya angin".

Maka dari itu kami mengharap semua adik-adik seperjuangan dan se-aqidah di pon-pes Sirojul-Mukhlasin atau generasi muslim di luar pesantren untuk bangkit mulai dari sekarang, kalau tidak di mulai dari kita, siapa lagi yang akan menjadi estavet Rasululluh? …… dan siapa menjadi pengganti meneruskan para Ulama'?.........

Kita bangkit bukan sebagai pahlawan atau sok jago, tetapi kita bangkit sebagai ummat Rasulullah. Kita tidak usah takut terhadap mereka, kita diam akan mati, kita mujahadah atau bangkit juga akan mati. Tinggal pilih mana, mati dengan diam atau mati dengan jihad? Mulai dari sekarang kita kibarkan bendera ajaran Rasulullah Saw, kita bangkit bukan beradu fisik atau dengan demontrasi. Akan tetapi, dengan mengamalkan sunah-sunahnya, memperlihatkan akhlaq baik pada mereka, dan dengan argumentasi yang ramah tamah dan tepat.  Okeeeeeeeeey.


***************************.
Magelang / 2007
Muhson ar-Rosyid

Sunday, March 27, 2016

PEMBANGUNAN 99 MASJID




 Masih ingatkah hari kamis malam jum''at, tanggal / 17 / September / 2015 kemaren, pas acara maiyah di tamantirto. Kasihan Bantul?..... suasana yang mengharukan juga mengagetkan para hadirin jamaah, entahlah bagaimana tidak, ada seorang pengusaha besar ingin membangun masjid 99 di cikampek Ja-bar, mungkin ini menjadi kabar bahagia bagi para pendengar, namun bagi para ahli tasawuf mungkin akan berbeda pandangan atau berbeda pendapat. hehehehe

Malam itu acara maiyah kedatangan tamu pengusaha Internasional dari kebangsaan cina, yang sangat kayairaya, mereka bersilaturrohmi memeperkenalkan diri hanya untuk meminta doa. Namanya bapak HARTONO LIMIN, menurut penuturannya mereka ingin membangun miniatur masjid sebanyak 99 masjid. di daerah jawa barat, kalau gak salah di cikampek.

1.      Tujuan mereka membangun miniatur 99 masjid adalah  ingin mempersatukan Ulama' dan umat islam di Indonesia
2.       Ingin Universitas Islamic Center
3.      Ingin membuat sejarah peradaban umat islam di indonesia

Ketiga tujuan mereka inilah yang bisa aku tangkap oleh telinga saya. Namun sebelum acara maiyah tanggal 16, datang ke kadipiro seresehan bersama CN, yang kebetulan saya juga ikut mendengarkan tujuan silaturrohmi. Mereka memperlihatkan presentasi para tokoh-tokoh politik untuk memuji tujuan baik mereka,
Setelah presentasi selesai di bukalah pertanyaan untuk para hadirin maiyah di sana. Akan tetapi sebelum CN berbicara, tentang pembangunan masjid itu, mereka memperlihatkan video pendapat para ulama’ nasional seperti said agil, ada yusuf kalla dll. Akau gak tahu apakah para ulama’ ini di ambil pendapatnya minta persetujuan atas tujuannya.

Di sela-sela Tanya jawab ada seorang tua yang putih rambut dan jenggotnya, dia berkata dengan tegas tidak setuju, karena sekarang ini sudah banyak masjid, dan tidak kekurangan masjid, malah sekarang masjid banyak yang kosong dari jamaahnya. ungkapnya

Usai sudah diskusi tanya jawab antara hadirin dan bapak Hartono limin tentang rencana pembangunan 99 masjid, akhirnya pak hartono menyerahkan mix pada Caknun. Dan yang paling mengagetkan saya adalah hanya beberapa detik, caknun berbicara, kalo gak salah begini "Kami ini bukan siapa-siapa. kami ini orang “Ghuroba”, orang asing tidak di kenal siapapun, iki bocah maiyah Kere-kere kabeh, apa yang bisa kami perbuat. apakah bapak ingin kami dari bagian bapak? sementara bapak belum tentu mau jadi bagian kami"

Ketika mendengar kalimat itu bapak hartono dan timnya, ada profesor ekonom, ada 2 habib, dan satu lagi santrinya mbah Dimyati, mereka diam seribu bahasa, pak hartono sendiri gak berani menjawab sepatah katapun, akhirnya di serahkan oleh habib, itupun jawaban habib hanya ucapan "saya sangat bersyukur bisa ketemu dan silaturrohmi ke tempatnya caknun" itu aja kalimatnya.
Ohya sedulurku kabeh! ini bisa menjadi renungan. Di saat Rakyat kecil mengalami permasalahan tentang ekonomi mengerikan, rakyat salalu di rundung kekhawatiran di gusur pemerintah, yang tinggal di bantalan sungai ciliwung, sementara mereka ingin membuat miniatur 99 masjid.

Di sidoarjo rakyat terlunta-lunta gak punya tempat tinggal, karena di gebyur lumpur lapindo, mereka menangis darah,karena tempat kelahirannya telah sirna, harapan dan cita-citanya hanya sebagai mimpi belaka.

Kalau seandainya pembangunan miniatur 99 masjid, di batalkan pak hartono dan di alihkan ke sosial, membangun rumah untuk menampung para rakyat yang menderita, untuk membantu para gelandangan untuk di bina, mereka sebenernya haus ilmu dan haus pendidikan, maka menurut kami ini lebih bagus, dari pada membuat masjid, karena masjid sekarang ini sperti tontonan, masjid megah, tapi gak ada yang berjamaah.

Nah sekarang kekhawatiran inilah sudah terjadi, pernahkah kita datang di masjid di jawa tengah tepatnya di .................... ada masjid mewah, sehinnga masjidnya menjadi tempat wisata bagi pendatang, dari mulai penitipan parkir, penitipan sandal dan tas, dan naik ke menara untuk melihat suasana di atas, dulu saya pernah bertanya kpd salah satu pegawai admin di sana, omzetnya satu hari bisa 20jt, perhari, di sana juga di bangun sebuah hotel, dan ruang khusus resepsi. Luar biasa kan.

Kalau kita mau menengok ke belakang, sejarah berdirinya masjid itu tengah-tengah masyarakat, dan hasil dari maslahah permintaan masyarakat, itupun semua warga masyarakat berbondong-bondong membantu membangun, tanpa pamrih, tanpa bayaran, mereka siap sedekah tenaga, dengan tulus, sambil berdoa, berdzikir, sehingga kelak masjid yg kita dirikan berkah sampe anak cucu mereka.

Nah sekarang, masyarakat gak butuh mesjid, karena masjid dah banyak, kalau buat masjid, itu gampang, yang sulit ini mengisi jama’ah, sama seperti membuat pesantren, kalau punya uang banyak bisa buat seindah mungkin, yang sulit adalah mengisi pesantren mengaji belajar agama ini yang paling sulit, karena ini butuh waktu seumur hidup. gitu kayaknya, hehehehe

Ohya pernah kita mendengar hadist Tahqiqi, akan datang suat masa di mana masjid menjadi asing, karna di lingkungan yang tak mau berjamaah" Riwayat lain, tanda-tanda qiyamat sugro adalah berlomba-lombanya ummat ini memperindah masjid,

Mari kita berfikir sejenak, Bayangkan coba sekarang ini bahkan masjid agung aja yang berjamaah adalah bukan warga setempat, malah yang berjamaah orang luar yang lagi perjalanan,
Sedangkan jaman sekarang, klo membuat masjid, begitu mudahnya, asalkan banyak uang.  Terus kepiye menurutmu sedulurku konco-konco? di jawab dewe njeh? ....

*****************************************
NB; klo ada yang salah di maklumi njeh?
Jogjakarta / jum'at / 18 / september 2015
Lek-son bocah  wingi sore
@@@@@@@@@@@@@